Bungko – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Kotamobagu ke-116, Kecamatan Kotamobagu Selatan menggelar lomba seni dan budaya Dana-Dana dan Salamat tingkat kecamatan. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 12 Januari 2026 ini dipusatkan di Balai Desa Totanoban, Desa Bungko, yang dipercaya sebagai tuan rumah pelaksanaan acara.

Perlombaan ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian perayaan HUT daerah, karena menghadirkan nuansa kebudayaan lokal yang kuat dan sarat makna. Seni Dana-Dana dan Salamat merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat Bolaang Mongondow yang telah diwariskan secara turun-temurun dan masih dijaga eksistensinya hingga saat ini.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pelestarian nilai-nilai budaya. Melalui gerakan tarian yang khas, irama musik tradisional, serta kekompakan antar penari, masyarakat diajak untuk terus mencintai dan mempertahankan identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Sebanyak lima desa dan kelurahan turut ambil bagian dalam perlombaan ini, yaitu Desa Bungko, Desa Kopandakan, Kelurahan Motoboi Kecil, Desa Poyowa Besar I, dan Desa Poyowa Besar II. Setiap peserta menampilkan pertunjukan terbaik dengan ciri khas masing-masing, mulai dari variasi gerakan, keserasian kostum, hingga penghayatan terhadap makna tarian.

Penampilan para peserta berhasil menarik perhatian masyarakat yang memadati lokasi kegiatan. Sorak sorai penonton menambah semarak suasana, sekaligus menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat terhadap seni budaya daerah. Tidak hanya menjadi hiburan, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antar warga.

Sebagai tuan rumah, Desa Bungko memainkan peran penting dalam menyukseskan acara. Mulai dari penyediaan fasilitas, pengaturan teknis kegiatan, hingga keterlibatan aktif masyarakat setempat, semuanya berjalan dengan baik dan terorganisir. Balai Desa Totanoban pun dipenuhi suasana meriah sepanjang perlombaan berlangsung.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Moh. Aljufri Ngandu, S.Pd., MM, Kepala Dinas Perhubungan yang juga bertindak sebagai Sekretaris Panitia Marham Anas Tungkagi, SE, serta Camat Kotamobagu Selatan Rinra S. Lamaka. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung pelestarian seni dan budaya lokal.

Selama perlombaan berlangsung, dewan juri melakukan penilaian secara ketat berdasarkan sejumlah kriteria, seperti keserasian gerak, ketepatan irama, kekompakan tim, serta penampilan secara keseluruhan. Setiap tim menunjukkan persiapan matang, sehingga kompetisi berlangsung ketat dan menarik untuk disaksikan.

Setelah seluruh peserta tampil dan melalui proses penilaian, Kelurahan Motoboi Kecil akhirnya berhasil meraih juara pertama dalam lomba Dana-Dana dan Salamat tingkat Kecamatan Kotamobagu Selatan. Kemenangan ini diraih berkat penampilan yang dinilai paling unggul dari segi teknik, kekompakan, serta penguasaan materi tarian dan musik.

Keberhasilan Motoboi Kecil menjadi juara tidak lepas dari kerja keras tim serta dukungan masyarakat. Penampilan mereka dinilai mampu menghadirkan harmoni antara gerakan, musik, dan ekspresi yang menggambarkan kekayaan budaya daerah.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, lomba Dana-Dana dan Salamat ini dinilai sukses dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antar desa dan kelurahan, sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya lokal.

Momentum peringatan HUT Kota Kotamobagu ke-116 ini menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan budaya sebagai bagian dari identitas daerah. Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus bersinergi dalam melestarikan seni tradisional agar tetap hidup dan berkembang di masa mendatang.

Melalui kegiatan seperti ini, generasi muda juga didorong untuk lebih mengenal dan mencintai budaya sendiri, sehingga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dapat terus diwariskan dari generasi ke generasi.