Bungko – Sangadi (Kepala Desa) Bungko, Aminulah Paputungan, menggelar rapat internal bersama seluruh perangkat desa pada hari ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja serta memperkuat pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) aparatur desa. Kegiatan tersebut berlangsung di kantor desa dan dihadiri oleh seluruh perangkat, mulai dari sekretaris desa hingga kepala dusun.
Rapat internal ini difokuskan pada evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perangkat desa dalam beberapa waktu terakhir, sekaligus menjadi momentum untuk mempertegas kedisiplinan serta pemahaman terhadap regulasi terbaru dari Pemerintah Kota Kotamobagu.
Dalam arahannya, Aminulah Paputungan menegaskan pentingnya profesionalisme dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa perangkat desa harus mampu bekerja secara maksimal, transparan, serta berorientasi pada pelayanan publik yang prima.
“Rapat ini bukan hanya sekadar evaluasi, tetapi juga sebagai bentuk penguatan komitmen kita bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Setiap perangkat desa harus memahami tugas dan fungsinya masing-masing serta menjalankannya dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Selain itu, Sangadi Bungko juga menyoroti pentingnya kedisiplinan sebagai fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan desa. Ia menekankan bahwa kehadiran, ketepatan waktu, serta etos kerja yang baik merupakan hal yang tidak bisa ditawar.
“Kedisiplinan adalah kunci. Tanpa disiplin, sulit bagi kita untuk mencapai target kinerja yang diharapkan. Oleh karena itu, saya meminta seluruh perangkat desa untuk lebih serius dalam mematuhi aturan yang berlaku,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, Aminulah juga menyampaikan hasil evaluasi yang sebelumnya dilakukan oleh Pemerintah Kota Kotamobagu terhadap seluruh sangadi dan lurah. Evaluasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari administrasi pemerintahan, pelayanan publik, hingga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Kotamobagu saat ini terus mendorong peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan di tingkat desa dan kelurahan. Hal ini sejalan dengan upaya menciptakan pemerintahan yang bersih, efektif, dan akuntabel.
“Pemkot Kotamobagu telah melakukan evaluasi terhadap seluruh sangadi dan lurah. Ada sejumlah poin penting yang harus kita tindak lanjuti, terutama terkait peningkatan kinerja, tertib administrasi, serta kepatuhan terhadap regulasi terbaru,” jelasnya.
Lebih lanjut, Aminulah mengingatkan bahwa perangkat desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, setiap perangkat diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan serta terus meningkatkan kapasitas diri.
Rapat internal ini juga menjadi ajang diskusi antara Sangadi dan perangkat desa terkait berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Beberapa perangkat desa menyampaikan sejumlah tantangan, seperti keterbatasan sarana pendukung serta kebutuhan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Menanggapi hal tersebut, Sangadi Bungko menyatakan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas perangkat desa, baik melalui pelatihan maupun koordinasi dengan instansi terkait di tingkat kota.
“Kita akan terus berupaya meningkatkan kapasitas perangkat desa agar mampu menjawab tantangan yang ada. Koordinasi dengan pemerintah kota juga akan terus kita lakukan agar setiap program dapat berjalan dengan optimal,” tambahnya.
Di akhir rapat, Aminulah Paputungan kembali menegaskan pentingnya sinergi dan kerja sama antar perangkat desa dalam menjalankan tugas. Ia berharap seluruh perangkat dapat bekerja secara solid demi mewujudkan pemerintahan desa yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Rapat internal ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kinerja perangkat desa Bungko, sekaligus memperkuat implementasi regulasi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Kotamobagu.
Dengan adanya evaluasi dan penegasan kedisiplinan ini, Pemerintah Desa Bungko optimistis mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memberikan kontribusi positif dalam pembangunan di tingkat desa.