Bungko - Pemerintah Desa Bungko, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kota Kotamobagu, menggelar kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Desa pada Selasa, 9 Juni 2026, bertempat di Balai Totanoban Desa Bungko. Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WITA ini mengusung semangat penguatan komitmen bersama dan sinergitas lintas sektor dalam upaya pencegahan serta percepatan penurunan stunting tahun 2026.

Rembuk Stunting dibuka secara resmi oleh Sangadi Bungko, Aminulah Paputungan, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mewujudkan generasi Desa Bungko yang sehat dan bebas dari stunting. Ia menyampaikan bahwa persoalan stunting bukan hanya tanggung jawab satu sektor, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor, di antaranya Camat Kotamobagu Selatan yang diwakili oleh Sekretaris Camat, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu, Kepala Puskesmas Motoboi Kecil, Pendamping Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Bungko, serta unsur kelembagaan desa dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam forum musyawarah ini, seluruh peserta secara bersama-sama membahas langkah-langkah strategis dan program prioritas yang akan dijalankan dalam rangka mempercepat penurunan angka stunting di wilayah Desa Bungko. Berbagai sektor menyampaikan peran dan kontribusinya masing-masing, mulai dari intervensi gizi spesifik di bidang kesehatan hingga intervensi sensitif melalui program pemberdayaan masyarakat.

Kepala Puskesmas Motoboi Kecil menekankan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin melalui posyandu, serta peningkatan kesadaran ibu hamil dan keluarga terhadap pemenuhan gizi yang baik sejak masa kehamilan. 

Rembuk Stunting Desa Bungko tahun 2026 menghasilkan sejumlah kesepakatan dan komitmen bersama yang akan menjadi landasan pelaksanaan program percepatan penurunan stunting secara terintegrasi, terkoordinasi, dan berkesinambungan. Seluruh pemangku kepentingan sepakat untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan setiap anak di Desa Bungko mendapatkan hak tumbuh kembang yang optimal.

Selain membahas isu stunting secara langsung, kegiatan Rembuk Stunting ini juga diwarnai dengan penyuluhan kesehatan mental yang disampaikan oleh mahasiswa dari Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika (IKTGM). Penyuluhan ini menyoroti pentingnya kesehatan mental sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Para mahasiswa IKTGM menekankan bahwa kesehatan mental merupakan fondasi penting bagi setiap individu dalam menjalani kehidupan sehari-hari, sehingga perlu mendapat perhatian yang sejajar dengan kesehatan fisik. Penyuluhan ini disambut antusias oleh seluruh peserta yang hadir.

Kegiatan Rembuk Stunting Desa Bungko Tahun 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa upaya mewujudkan desa bebas stunting membutuhkan kerja sama semua pihak dari pemerintah desa, instansi teknis, lembaga kemasyarakatan, hingga seluruh elemen masyarakat Desa Bungko demi terwujudnya generasi yang sehat dan masa depan desa yang lebih berkualitas.